• Adakah di antara teman-teman yang sedang merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan? Cita-cita sih bisa turun berat badan, tapi hobinya makan. Apalagi makanan yang sering dikonsumsi termasuk tinggi gula. Pagi sarapan nasi kuning, saat coffee break minum kopi susu dengan tambahan krim dan gula, siang makan mie ayam, tak lupa diiringi minum es teh manis yang segar. Belum lagi kebiasaan makan camilan di sela-sela jam makan, atau bahkan mungkin di waktu-waktu menjelang jam tidur. Bukannya turun berat badan, yang ada timbangan semakin geser ke kanan! 

    Sebagai seorang wanita berusia 30 tahun ke atas, saya pernah mengalami hal serupa. Stress karena pekerjaan yang monoton, ditambah peran sebagai ibu rasanya seperti menumpuk banyak beban di kepala. Coping stress yang praktis ya, tentu saja makan. Dengan dalih self love, kebiasaan stress eating ini ternyata malah menyebabkan efek negatif, salah satunya timbangan berat badan yang terus bergeser ke kanan. Padahal di usia 30 tahun ke atas, kondisi metabolisme tubuh sudah tidak lagi sama seperti waktu muda dulu. Menjalani diet dan olahraga pun ternyata tidak memberikan hasil yang signifikan untuk menurunkan berat badan. Padahal saya hanya ingin turun 2-3 kg saja (paling tidak stabil di angka yang tetap, gak gampang geser ke kanan), tapi kenapa rasanya susah sekali ya?

    Di tengah kebingungan tersebut, saya mencoba untuk rutin mengonsumsi cuka apel. Dari yang saya pelajari, konon cuka apel bisa menekan nafsu makan, sehingga berat badan bisa lebih terkontrol. Namun yang saya konsumsi bukan cuka apel biasa seperti yang beredar di pasaran, melainkan dalam bentuk gummy atau permen kunyah. Loh, memang ada? Yuk, kita bahas!

    POME ACV Less Sugar, Cuka Apel dalam Bentuk Gummy

    POME ACV (Apple Cider Vinegar) Less Sugar merupakan cuka sari apel dengan kandungan cuka apel sebanyak  21,57% (mengandung apel 35%) dan rendah gula yang hadir dalam bentuk gummy atau permen kunyah, sehingga dapat dikonsumsi dengan praktis.

    Seperti yang sudah kita ketahui dari sumber-sumber jurnal, cuka apel memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam hasil uji klinis tahun 2019 yang dilakukan oleh Gheflati dkk, cuka apel memiliki komponen utama polifenol dan asam asetat. Kedua komponen ini memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh, antara lain:

    1. Menurunkan lemak dalam plasma darah.
    2. Menurunkan indeks glikemik dalam darah, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki peradangan dalam tubuh sehingga dapat mencegah kejadian diabetes.
    3. Menekan hiperglikemia (kondisi naiknya gula darah) setelah makan, dll.

    Namun karena rasanya yang kurang enak dan berbau menyengat, banyak orang yang merasa tidak nyaman saat mengonsumsinya secara langsung. POME ACV Less Sugar bentuk gummy ini lebih disukai karena memiliki rasa dan aroma yang lebih menyenangkan dengan rasa buah delima yang enak.

    Kelebihan POME ACV Less Sugar sebagai Suplemen Harian

    POME ACV Less Sugar dikemas dalam botol plastik bening berukuran 250 gram, berisi sebanyak 60 gummy untuk dikonsumsi selama 30 hari. Kandungan cuka apel per sajian adalah sebanyak 5000 mg, dengan kandungan gula hanya 2 gram per sajian, membuat produk ini aman dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen tambahan setelah makan.

    Total kalori per sajian adalah sebanyak 30 kkal. Meskipun produk ini rendah kalori, namun gummy cuka apel ini dapat membuat kenyang lebih lama dan menambah energi sehingga dapat mencegah asupan makanan berlebih. Hal ini karena di dalamnya terdapat pektin, yaitu pembentuk gel yang juga berfungsi untuk mengurangi nafsu makan karena kandungan seratnya. Ini artinya POME ACV Less Sugar juga dapat berfungsi sebagai suplemen diet

    Tampilan kemasan yang eye catchy juga membuat produk ini tampak menarik untuk dikonsumsi. Ditambah lagi produk ini sudah mendapat sertifikasi halal dan teregistrasi BPOM, membuat POME ACV Less Sugar dijamin aman untuk dikonsumsi secara rutin.

    Pengalaman Mengonsumsi POME ACV Less Sugar Selama Kurang Lebih 2 Minggu

    Saat pertama kali mengonsumsinya, kesan pertama yang saya rasakan tidak jauh berbeda dengan saat memakan permen jeli. Perbedaannya dengan permen jeli biasa terdapat pada teksturnya yang kenyal, padat, dan agak keras, namun cukup mudah hancur saat dikunyah (berbeda dengan permen jeli pada umumnya yang cenderung lengket dan meninggalkan sisa di gigi saat dikunyah). Rasanya manis agak asam, mengingat kandungan utamanya adalah cuka apel. 

    Uniknya, meskipun berbentuk gummy, POME ACV Less Sugar tidak menggunakan gelatin sebagai komposisinya, melainkan menggunakan pektin, yaitu komponen pembentuk gel berbahan dasar tumbuhan, sehingga aman dikonsumsi oleh pelaku diet vegan. Tak mengherankan teksturnya juga lebih padat dan agak keras. Surprisingly, bau cuka apel yang menyengat sama sekali tidak tercium.

    Setelah rutin mengonsumsi POME ACV Less Sugar (saya konsumsi 2 gummy sekaligus per hari setelah makan), dampak yang paling terasa adalah sistem pencernaan menjadi lebih lancar. Mungkin karena kandungan pektin yang mengandung serat, sehingga dapat meningkatkan kinerja sistem pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, kulit wajah juga tampak lebih cerah dan lebih sehat. Nafsu makan juga lebih terkontrol sehingga berat badan menjadi lebih stabil (timbangan tidak gampang geser ke kanan).

    Overall, pengalaman saya mengonsumsi POME ACV Less Sugar selama 2 minggu memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan karena dampaknya yang cukup signifikan terhadap sistem pencernaan tubuh dan kesehatan kulit.

    Harga POME ACV Less Sugar

    POME ACV Less Sugar dibanderol seharga 185 ribu rupiah. Dengan isi 60 gummy untuk konsumsi selama 30 hari ditambah dengan segudang manfaat baik bagi tubuh, menurut saya harga produk ini cukup ekonomis. Apalagi produk ini dapat dikonsumsi secara praktis kapan pun dan di mana pun.

    Produk ini dapat dibeli secara online melalui website getpome.com, atau melalui e-commerce seperti tokopedia.com, shopee.com, blibli.com, dan lazada.co.id.

    Bagaimana, kamu tertarik mencoba?

    Daftar Pustaka

    Gheflati, dkk. (2019). The Effect of Apple Vinegar Consumption on Glycemic Indices, Blood Pressure, Oxidative Stress, and Homocysteine in Patients with Type 2 Diabetes and Dyslipidemia: A Randomized Controlled Clinical Trial. Clinical Nutrition ESPEN Vol. 33: 132-138

  • Kamu sadar gak sih? Kalau makanan dan minuman viral yang beredar di sekitar kita saat ini banyak yang mengandung tinggi gula? Sebut saja minuman boba, kopi creamy kekinian, biskuit-biskuit kemasan, buah kalengan, hingga berbagai jenis minuman soda berperisa. Selain kandungannya yang tinggi gula, beberapa diantara makanan dan minuman tersebut juga mengandung pengawet yang buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam intensitas yang tinggi.

    Ilustrasi Konsumsi Makanan Tinggi Gula. Sumber: Freepik

    Dalam hasil penelitian berjudul Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu dengan Topping Boba (2022), dikatakan bahwa minuman teh susu dengan topping boba yang diuji memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi. Satu gelas besar boba milk tea mengandung 47,21 gram gula (glukosa, fruktosa, sukrosa) dan 675 kkal kalori. Wow! Jumlah yang lumayan besar untuk konsumsi harian!

    Menurut Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang dalam satu hari tidak lebih dari 50 gram (setara dengan 4 sendok makan) atau sama dengan 10% dari total energi per orang per hari. Jadi, jika kamu dalam satu hari mengonsumsi satu gelas teh susu dengan topping boba, lalu masih ditambah dengan makan nasi 3x sehari dan camilan lainnya, maka total kalori dan gula yang masuk ke dalam tubuhmu sudah melebihi kebutuhan harian!

    Ilustrasi Kondisi Obesitas akibat Makanan dan Minuman Tinggi Gula. Sumber: Freepik

    Tentu saja hal ini tidak akan menjadi masalah jika hanya dikonsumsi sesekali. Namun akan berbahaya dan berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi setiap hari. Selain menyebabkan adiktif, konsumsi minuman dan makanan tinggi gula juga dapat menimbulkan berbagai penyakit metabolik di kemudian hari, seperti penyakit diabetes mellitus, obesitas, penyakit jantung, hingga penyakit gagal ginjal.

    Lalu apa saja ciri-cirinya jika tubuh kita sudah kelebihan gula?

    Dilansir dari laman halodoc.com, beberapa ciri-ciri yang sering muncul saat tubuh kelebihan gula antara lain merasa cepat lelah, mudah lapar dan haus, terjadi penurunan berat badan yang signifikan meskipun banyak makan (biasanya mengarah ke penyakit diabetes mellitus), atau justru sebaliknya, yakni munculnya lipatan-lipatan lemak di bagian tubuh yang mengarah ke obesitas. Bahkan kandungan gula yang berlebih dalam tubuh dapat membuat tubuh tampak lebih tua karena dapat membuat kulit wajah cepat kusam, loh!

    Bagaimana cara mengatasinya jika sudah terlanjur?

    Tentunya, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengubah pola hidup! Kamu bisa mengganti makanan dan minuman tinggi gula yang biasa kamu konsumsi dengan bahan-bahan alami yang lebih sehat, seperti misalnya mengonsumsi buah potong, minum rutin jus buah (tentunya tanpa tambahan kental manis dan gula ya!), atau membuat camilan sendiri dari bahan-bahan alami.

    Selain mengganti gula tambahan dengan gula alami, kamu juga bisa mulai mengonsumsi cuka apel secara rutin. Cuka apel telah sejak lama dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya dapat menurunkan berat badan, menurunkan dan menstabilkan gula darah, membuat kulit wajah lebih sehat, meningkatkan kesehatan pencernaan, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena segudang manfaat tersebut, cuka apel sering disebut sebagai superfood!

    Cuka apel dihasilkan dari pengolahan fermentasi sari apel dengan menggunakan ragi dan bakteri baik. Proses fermentasi tersebut mengubah gula menjadi alkohol, lalu menghasilkan asam asetat dan senyawa bioaktif lainnya. Proses ini membentuk probiotik dan enzim yang baik untuk kesehatan karena kandungan gulanya jauh lebih sedikit dan kalorinya lebih rendah daripada sari apel atau jus apel.

    Hasil penelitian uji klinis The Effect of Apple Vinegar Consumption on Glycemic Indices, Blood Pressure, Oxidative Stress, and Homocysteine in Patients with Type 2 Diabetes and Dyslipidemia: A Randomized Controlled Clinical Trial (2019) yang melibatkan pasien diabetes dan dislipidemia menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel secara rutin dapat menyebabkan efek menguntungkan pada indeks glikemik dan stres oksidatif pada individu dengan diabetes dan dislipidemia. Penelitian eksperimental berjudul Cuka Apel Menurunkan Berat Badan Tikus dengan Obesitas (2022) juga menunjukkan respon positif berupa efek penurunan berat badan pada tikus yang mengalami obesitas.

    Cuka Apel sebagai Superfood. Sumber: Pinterest

    Wah, tidak mengherankan kalau cuka apel digadang sebagai salah satu superfood karena manfaatnya yang begitu banyak ya. Yuk, ubah kebiasaanmu konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dengan mulai konsumsi cuka apel secara rutin! Cuka apel dulu, sehat kemudian!

    Daftar Pustaka

    Veronica, dkk. (2022). Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu dengan Topping Boba. Amerta Nutrition Vol. 6 Issue 1SP: 171-176.

    Fitriyani dan Kurniasari. (2022). Cuka Apel Menurunkan Berat Badan Tikus dengan Obesitas. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 5(2):116-124.

    Gheflati, et al. (2019). The Effect of Apple Vinegar Consumption on Glycemic Indices, Blood Pressure, Oxidative Stress, and Homocysteine in Patients with Type 2 Diabetes and Dyslipidemia: A Randomized Controlled Clinical Trial. Clinical Nutrition ESPEN Vol. 33: 132-138.

  • Film animasi Jumbo. Dok. Visinema Studios.

    Film Jumbo tengah menjadi film animasi populer yang menjadi perbincangan hangat tidak hanya di antara para sineas dan penikmat motion pictures, tetapi juga di berbagai lapisan masyarakat secara umum. Sejak tayang perdana pada tanggal 31 Maret 2025, jumlah penonton film Jumbo terus meroket. Hingga tanggal 25 April 2025, jumlah penonton Jumbo telah menembus angka 6.621.501. Dilansir dari halaman tempo.co (2025), angka yang fantastis ini membawa Jumbo hingga dinobatkan sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser posisi Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir (2017) yang sebelumnya meraih 642.312 penonton. Berdasarkan data dari Cinepoint, diperkirakan jumlah penonton Jumbo masih akan terus bertambah sebelum film ini turun layar.

    Jumbo sendiri berkisah tentang petualangan seorang anak bernama Don yang bertubuh besar hingga diberi julukan Jumbo dan sering dikucilkan dari permainan oleh teman-temannya. Dalam upayanya untuk membuktikan diri agar bisa diterima oleh teman-temannya, ia bertemu dengan Meri, seorang hantu cantik yang meminta tolong kepada Don agar bisa menyelamatkan kedua orang tuanya dari perbuatan orang jahat yang telah merusak pusara mereka. Dengan bantuan sahabat-sahabatnya, Don dan Meri pun terlibat dalam petualangan seru yang penuh dengan aksi dan momen magical demi mencapai tujuan masing-masing.

    Lalu apa saja yang menjadi rahasia di balik kesuksesan film Jumbo hingga bisa meraih lebih dari 6 juta penonton dalam waktu penayangan yang relatif singkat ini? Yuk, simak fakta menarik berikut!

    1. Film garapan Visinema Studios ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk menyelesaikan keseluruhan proses produksi. Disutradarai oleh animator Ryan Adriandhy yang juga menjabat sebagai Kepala Pengembangan Animasi di Visinema Studios, produksi film ini melibatkan lebih dari 420 kreator asal Indonesia. Proses rendering animasi dilakukan di Cimahi oleh Ayena Studio dan Meta Digi, sedangkan proses pembuatan musik latar dilakukan di Cisauk.
    1. Sekitar 15 persen perempuan berkontribusi dalam tahapan produksi Jumbo. Dua produser perempuan ternama, yaitu Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari turut terlibat dalam proyek ini. Widya Arifianti selaku penulis naskah juga banyak berperan dalam proses pengembangan cerita, sehingga secara keseluruhan cerita Jumbo terasa hangat dan menyentuh. Begitu juga dengan keterlibatan aktris sekaligus penyanyi ternama Bunga Citra Lestari yang turut andil sebagai pengisi suara Ibu Don dan pengisi original soundtrack “Selalu Ada di Nadimu”, sukses membuat lagu Jumbo terngiang-ngiang di benak penonton.
    1. Tidak hanya jalan cerita yang terasa hangat dan menyentuh secara emosional, film Jumbo juga sangat memanjakan secara visual, sehingga kualitas animasinya dapat dikatakan setara dengan animasi karya Disney dan Pixar. Banyak easter egg yang membuat para penonton usia dewasa untuk bernostalgia akan masa kecil mereka dan detail-detail kecil yang tidak hanya menjadi unsur pelengkap, tetapi juga menjadi bagian dari inti cerita yang menjelaskan latar belakang setiap tokoh. Detail tersebut juga kerap digambarkan sebagai simbolisasi dari karakter tokoh-tokoh yang ada di film Jumbo. Seperti misalnya telinga Don yang dengan sengaja dibuat tidak berlubang karena Don digambarkan sebagai karakter yang sulit mendengarkan perkataan teman-temannya.

    Film animasi Jumbo. Dok. Visinema Studios.

    1. Selain tim marketing Jumbo, meroketnya popularitas film ini juga tidak terlepas dari publik yang secara aktif mempromosikan film ini di berbagai kanal sosial media secara sukarela. Munculnya gerakan organik dengan tagar buzzer jumbo gratis turut menarik animo para penonton sehingga kehadiran Jumbo di bioskop dapat bertahan dengan jumlah penonton yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Tidak berhenti sampai di situ, para penonton juga ramai-ramai membuat fanart Jumbo sebagai bentuk apresiasi terhadap film ini.

    Tentunya keberhasilan Jumbo adalah hasil kerja sama dari semua pihak. Kerinduan publik akan kehadiran film keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memuat nilai-nilai yang sesuai dengan budaya dan kearifan lokal membuat Jumbo terasa dekat dan relatable dengan sebagian besar penonton. Tidak heran film ini diapresiasi dan disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh masyarakat Indonesia. Sesuai dengan tagline Jumbo, “Jumbo adalah film yang diciptakan untuk kita, anak-anak kita, dan anak-anak dalam diri kita.”

    Jadi tunggu apa lagi? Jangan lupa nonton Jumbo di bioskop bersama orang tersayang dan dukung terus karya anak bangsa!

Design a site like this with WordPress.com
Get started